Agentic UI Design Workflow

Lihat Detail

Basic "AI sebagai partner design"

Outcome: Mindset baru + bisa bikin POC dari nol dan iterate varian dari UI yg udah ada.

  • ✅ Foreword + Cara baca e-book
  • ✅ A typical day + Di luar sana semua sedang meracik
  • ✅ Modul 1–3: Pondasi pola pikir (Mindset, Process, design.md)
  • ✅ Modul 4–5: Problem framing + translate PRD ke design brief
  • ✅ Modul 6: Fitur Claude, yg mana buat apa
  • ✅ Modul 7: Use Case 1 — Blank Canvas to UI
  • ✅ Modul 8: Use Case 2 — Iterate varian dari UI yg ada
  • ✅ Setelah ini, apa?
  • ❌ Use Case 3 (Figma to Code)
  • ❌ Handoff + Design System
  • ❌ Cheat Sheet 

Pro "Production-ready Figma to Code" 

Outcome: Bisa convert Figma jadi production code dengan beberapa tingkatan teknik. Dari single prompt, Skills, sampai multi-agent pipeline.

  • ✅ Semua isi Basic
  • ✅ Modul 9: Claude sebagai Design Critic
  • ✅ Modul 10: Intro perbandingan 4 tingkatan cara
  • ✅ Modul 11: Convert dengan single prompt
  • ✅ Modul 12: Convert dengan Skills
  • ✅ Modul 13: Convert dengan Multiple Agents
  • ✅ Modul 14: Scale up untuk production pipeline
  • ❌ Handoff to developer
  • ❌ Build Design System
  • ❌ Cheat Sheet

Kenapa Pro jadi target: Use Case 3 itu jawaban langsung untuk pain point #1 di waitlist — "POC akurat" dan "AI nurut sama brand". Pro adalah tier dengan jawaban paling konkret untuk pertanyaan itu. 

Ultimate"Handoff & scaling. Build & own DS sendiri"

Outcome: Pipeline end-to-end. Dari handoff yg dev-friendly, bangun DS sendiri yg AI-readable, sampai deploy sendiri.

  • ✅ Semua isi Pro
  • ✅ Modul 15: Handoff hasil vibe coding ke developer
  • ✅ Modul 16: Cara membangun Design System dengan AI ← price anchor
  • ✅ Modul 17: Cheat Sheet (teknik hemat token + advanced patterns)
  • ✅ Bonus: GitHub sync + Cloudflare deploy walkthrough

Kenapa Ultimate punya value yg jelas: Tiga modul yg mutually reinforcing.

Process (Handoff) + artefak (DS) + optimization (Cheat Sheet). Plus bonus deploy biar designer beneran bisa sampai production tanpa dependency ke dev. 

Deskripsi

Apa Ini Kamu?

✅ Kamu desainer yang penasaran sama AI, tapi bingung mulai dari mana karena tools baru muncul tiap minggu

✅ Kamu udah coba pakai AI buat desain, tapi hasilnya masih terasa acak dan kurang bisa diandalkan

✅ Kamu dituntut masukin AI ke workflow kerja, tapi belum ada framework yang jelas buat mulai

✅ Kamu pengen desain Figma bisa langsung jadi production code yang rapi, bukan cuma sebatas mockup

✅ Kamu ngerasa semua orang lagi bahas Agentic AI, tapi pas dicoba malah makin banyak pertanyaan daripada jawaban

Kalau itu yang kamu rasain, Agentic UI Design Workflow ini kemungkinan besar relevan buat kamu.

Kenapa Perlu Paham Agentic Workflow

AI di sini bukan buat gantiin peran desainer, tapi buat ngubah cara kerja kamu dari Creator jadi Conductor. Dari yang ngerjain semua sendiri, jadi yang mengarahkan AI supaya hasilnya tetap sesuai standar dan konsisten.

Beberapa hal yang kamu dapetin:

✅ Framework kerja baru, Agentic Design Loop, sebagai pendekatan yang lebih relevan dibanding Double Diamond untuk konteks kerja dengan AI

Design.md, semacam bahasa bersama antara desainer dan AI, supaya output nggak lagi tergantung untung-untungan

✅ Cara translate PRD jadi Design Brief tanpa bolak-balik panjang sama tim produk

✅ Cara convert Figma ke production code, mulai dari single prompt sampai multiple agents

✅ Cara handoff hasil kerja AI ke developer dengan lebih rapi dan terstruktur

Tanpa sistem yang jelas, hasil AI biasanya cuma sampai di level "cukup bagus", tapi susah diulang dengan hasil yang sama. Buku ini fokus ke bagian itu, gimana caranya proses ini bisa konsisten dan direplikasi di project lain.

Yang membedakan pendekatan di buku ini:

✅ Disusun dari workflow yang memang dipakai di project production sehari-hari, bukan eksperimen sesaat

✅ Diuji dan disempurnakan bersama ratusan desainer dari berbagai level pengalaman

✅ Nggak menuntut kamu jago coding atau paham AI dari nol

✅ Ditulis dari perspektif praktisi desain, bukan AI engineer

Cocok Untuk

✅ Desainer yang merasa hasil AI-nya masih random dan kurang usable

✅ Product atau UI/UX Designer yang ingin mengintegrasikan AI ke workflow kerja secara lebih terstruktur

✅ Tim desain yang butuh proses handoff ke developer yang lebih efisien

✅ Freelancer dan indiepreneur yang ingin mempercepat produksi UI tanpa mengorbankan kualitas

✅ Siapa pun yang ingin naik level dalam menggunakan AI tanpa kehilangan sense sebagai desainer

Pilihan Paket

AKSES BASIC

Untuk membangun fondasi mindset dan framework kerja yang baru.

✅ Mindset shift, dari Creator ke Conductor

✅ The new design process, beyond Double Diamond

Design.md, bahasa baru antara designer dan AI

✅ Problem Framing dan Benchmark Research

✅ Translate PRD ke Design Brief

Use Case 1, Zero to UI:

✅ Fitur Claude ada banyak, which for what

✅ Claude x Paper

Use Case 2, Design Iteration at Scale:

✅ Eksplorasi varian dari UI dan Design System yang sudah ada

AKSES PRO

Untuk yang siap mengeksekusi konversi Figma jadi production code.

✅ Semua isi Basic +

✅ AI sebagai Design Critic, 4 tingkatan convert Figma ke production code (single prompt, Skills, multiple agents, hingga scale up jadi pipeline)

Use Case 3, Convert Figma jadi Production Code:

✅ Claude sebagai Design Critic

✅ Intro perbandingan 4 tingkatan cara

✅ Convert Figma dengan single prompt

✅ Convert Figma dengan Skills

✅ Convert Figma dengan Multiple Agents

✅ Scale up untuk production pipeline

AKSES ULTIMATE

Untuk yang ingin handoff, membangun Design System, dan deploy langsung ke production.

✅ Semua isi Pro +

✅ Handoff ke developer, build Design System, sinkronisasi ke GitHub, deploy jadi live website, setup Supabase sebagai database

Handoff dan Scaling:

✅ Handoff hasil vibe coding ke developer

✅ Membangun Design System dengan AI

✅ GitHub sync untuk designer

✅ Deploy ke Cloudflare, live website

✅ Supabase sebagai database

Bonus:

✅ Cheat Sheet, semua prompt, template, checklist dalam 1 halaman

Lihat Detail

Basic "AI sebagai partner design"

Outcome: Mindset baru + bisa bikin POC dari nol dan iterate varian dari UI yg udah ada.

  • ✅ Foreword + Cara baca e-book
  • ✅ A typical day + Di luar sana semua sedang meracik
  • ✅ Modul 1–3: Pondasi pola pikir (Mindset, Process, design.md)
  • ✅ Modul 4–5: Problem framing + translate PRD ke design brief
  • ✅ Modul 6: Fitur Claude, yg mana buat apa
  • ✅ Modul 7: Use Case 1 — Blank Canvas to UI
  • ✅ Modul 8: Use Case 2 — Iterate varian dari UI yg ada
  • ✅ Setelah ini, apa?
  • ❌ Use Case 3 (Figma to Code)
  • ❌ Handoff + Design System
  • ❌ Cheat Sheet 

Pro "Production-ready Figma to Code" 

Outcome: Bisa convert Figma jadi production code dengan beberapa tingkatan teknik. Dari single prompt, Skills, sampai multi-agent pipeline.

  • ✅ Semua isi Basic
  • ✅ Modul 9: Claude sebagai Design Critic
  • ✅ Modul 10: Intro perbandingan 4 tingkatan cara
  • ✅ Modul 11: Convert dengan single prompt
  • ✅ Modul 12: Convert dengan Skills
  • ✅ Modul 13: Convert dengan Multiple Agents
  • ✅ Modul 14: Scale up untuk production pipeline
  • ❌ Handoff to developer
  • ❌ Build Design System
  • ❌ Cheat Sheet

Kenapa Pro jadi target: Use Case 3 itu jawaban langsung untuk pain point #1 di waitlist — "POC akurat" dan "AI nurut sama brand". Pro adalah tier dengan jawaban paling konkret untuk pertanyaan itu. 

Ultimate"Handoff & scaling. Build & own DS sendiri"

Outcome: Pipeline end-to-end. Dari handoff yg dev-friendly, bangun DS sendiri yg AI-readable, sampai deploy sendiri.

  • ✅ Semua isi Pro
  • ✅ Modul 15: Handoff hasil vibe coding ke developer
  • ✅ Modul 16: Cara membangun Design System dengan AI ← price anchor
  • ✅ Modul 17: Cheat Sheet (teknik hemat token + advanced patterns)
  • ✅ Bonus: GitHub sync + Cloudflare deploy walkthrough

Kenapa Ultimate punya value yg jelas: Tiga modul yg mutually reinforcing.

Process (Handoff) + artefak (DS) + optimization (Cheat Sheet). Plus bonus deploy biar designer beneran bisa sampai production tanpa dependency ke dev. 

Loading...